Mari Berbisnis Secara Online - Pandangan Islam tentang Bisnis Online - Ahza Media

Home ›› Mari Berbisnis Secara Online – Pandangan Islam tentang Bisnis Online

Beberapa tahun silam masih banyak pelaku usaha atau bisnis yang mengandalkan media baik media cetak, televisi maupun radio untuk memasarkan produk-produk bisnis mereka. Berbeda dengan beberapa tahun belakangan ini pelaku usaha mulai menggunakan media online sebagai media promosi dan memasarkan produk-produk mereka. Bisa diamati menggunakan media online untuk memasarkan produk-produk usaha sangatlah efektif.

Hal ini dikarenakan semakin banyak pengguna jasa internet yang oleh para pelaku bisnis tentunya tidak diabaikan begitu saja. Oleh karena meningkatnya pengguna internet tersebut dirasa sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagaii salah stu strategi pemasaran bisnis yang efektif serta efisien dalam segi biaya maupun juga waktu.

Pada saat ini siapa yang tidak mengenal jejaring sosial facebook maupun twiter, penggunanya telah mencapai jutaan bahkan lebih diseluruh dunia. Inilah yang menyebabkan pelaku bisnis atau perusahaan untuk memanfaatkan hal itu untuk membuka usaha atau memasarkan produk-produk yang mereka jual melalui dunia maya.

1. Pengertian bisnis online

Bagi anda yang belum begitu mengerti tentang bisnis online mari kita mulai dengan mencari tahu apakah yang dimaksud dengan bisnis online.

Bisnis Online adalah bisnis yang dijalankan secara online di internet (e-commerce). Prinsipnya sama seperti menjalankan bisnis offline, ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu dijual agar bisa menghasilkan uang. Tapi bedanya, bisnisnya dijalankan secara online di internet. Pemasaran dilakukan melalui internet dan pembelinya didapat melalui internet.

Dilihat dari sisi positifnya, keuntungan serta manfaat yang bisa didapat dari bisnis online ialah kemudahan dari segi modal, apalagi yang baru terjun atau mencoba dunia bisnis, maka pembisnis tidak memerlukan modal yang besar, cukup satu unit computer dan jaringan internet. Dengan demikian kita dapat menggunakan internet dengan mudah sebagai ajang promosi atau iklan untuk menjangkau konsumen secara global dan mendunia. Beberapa caranya bisa dengan pembuatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Line, Path, dan juga bisa dengan membuat blog atau bila perlu anda membuat website sendiri secara sederhana. Kemudian, kecenderungan konsumen memilih hal praktis tanpa harus membuang waktu datang ke tempat lainnya, apalagi bagi konsumen yang sibuk dengan dunia kantor bisa menyampatkan diri untuk berbelanja melalui bisnis online ini. Mereka cukup melihat katalog-katalog barang jualan secara online. Ini menjadi keuntungan lainnya yg didapat dari bisnis online dengan efektifnya waktu transaksi dan efisiennya biaya operasional. Karena para pelaku bisnis online bisa melakukan transaksi bisnisnya di rumah melalui sistem transfer M-banking. Bisnis online juga bisa berlangsung tanpa batasan waktu secara 24 jam karena tidak tertuntut jam kerja untuk menutup outlet seperti bisnis offline.

Seolah-olah bisnis online telah menjamur dikalangan masyarakat di dunia. Baik perusahaan yang besar, perusahaan menengah, ataupun yang home industri. Mereka berlomba-lomba untuk melakukan bisnis online di internet, sebab bisnis online dapat menekan biaya promosi yang mahal. Jadi bisnis online dapat memberi untung yang besar terhadap kita yang menjalankan bisnis tersebut asalkan kita serius dan menjalankan bisnis tersebut dengan benar.

Lalu bagaimana dengan anda para pengusaha muslim, pastinya akan banyak pertanyaan dalam benak anda bagaimana mengenai legalitas bisnis online dalam pandanga Islam. mari kita lihat paparan di bawah ini.

2. Bisnis Online menurut pandangan Islam

Sebelum kita bahas mengenai bisnis online menurut pandangan islam kita lihat dulu definisi muamalat. Muamalat ialah tukar menukar barang atau jasa dan bermanfaat sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan, seperti jual beli, hutang piutang , pemberian upah atau gaji, patungan, pendirian suatu usaha dan lain-lain.

Kemudian kita melihat dari kata “bisnis” kebnyakan orang mengartikannya dengan istilah berdagang, tentunya hal ini dianjurkan oleh agama Islam. Bahkan pada jaman Rasulullah dulu berdagang merupakan mata pencaharian yang banyak dilakukan oleh pembesar-pembesar muslim contohnya Rasulullah Saw sendiri berdagang semenjak kecil, begitu pula dengan istri beliau Sayyidina Siti Khadijjah yang terkenal sebagai saudagar yang kaya karena perdagangannya. Rasullah saw menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadis). Serta disebutkan dalam Quran surat Albaqorah ayat 276, ” Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Sedang pengertian jual beli yaitu kegiatan tukar menukar barang dengan barang yang lain sesuai dengan tata cara tertentu. Ada juga yang mengartikan sebagai proses pemindahan hak milik dengan harga dan pembeli sebagai penerima. Ada juga yang mengartikan persetujuan saling mengikat antara penjual dan pembeli dimana penjual adalah pihak yang menyerahkan barang atau jasa dan pembeli adalah pihak yang menerimanya.

Rukun jual beli dalam islam yaitu :

  • Adanya penjual dan pembeli yang keduanya berakal sehat dan baligh,
  • Ada barang atau jasa dan alat penukarnya, adanya ijab qabul / akad jual beli yang telah disepakati.

Sedang syarat sah jual beli adalah kedua penjual dan pembeli harus berakal sehat dan baligh, mempunyai kemampuan untuk memilih, sedang syarat sah  barang yang diperjualbelikan adalah suci, barang tersebut milik penjual, bermanfaat, adanya informasi mengenai barang yang diperjualbelikan seperti kualitas, kuantitas dan lainnya, diterima oleh pembeli.

Ada dua macam transaksi dalam agama islam yaitu transaksi assalam dan transaksi alistishna.

– Transaksi assalam yaitu transaksi dimana pembeli memesan terlebih dahulu dengan menyebutkan sifat-sifat dari barang tersebut, tetapi pembayaran dilakukan pada saat awal terjadinya akad jual beli bisa dikatakan transaksi tersebut dibayar secara tunai tetapi penyerahan barang ditangguhkan.

Dasar  yang mendasari transaksi assalam ini :
“Dari Ibnu Abbas dia berkata, ‘Ketika Nabi saw tiba di Madinah, penduduk Madinah menjual buah-buahan dengan pembayaran di muka, sedangkan buah-buahan yang dijualnya dijanjikan mereka dalam tempo setahun atau dua tahun kemudian. Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa yang menjual kurma dengan akad assalam, hendaklah dengan takaran tertentu, timbangan tertentu, dan jangka waktu tertentu.”(H.R. Bukhari dan Muslim)

– Transaksi alisthishna yaitu transaksi dimana seorang pembeli meminta orang lain untuk membuatkan suatu barang dengan menyebutkan sifat-sifat tertentu, pembayaranya dilakukan disegerakan atau ditangguhkan sesuai dengan kesepakatan dan penyerahan barangnya juga ditangguhkan.

Dalil yang memperbolehkan transaksi alistishna ialah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari:
“Bahwa Rasulullah shallallahu “alaihi wassalam memesan seseorang untuk membuat cincin untuk beliau.” (H.R. Bukhari)

serta sebagaimana disebutkan dalam hadits Sahal:
“Dari Sahal, Nabi saw menyuruh seorang wanita Muhajirin yang memiliki seorang budak tukang kayu. Beliau berkata kepadanya, ‘Perintahkanlah budakmu agar membuatkan mimbar untuk kami’. Wanita itu memerintahkan budaknya. Lalu sang budak mencari kayu di hutan dan membuat mimbar untuk Rasulullah.” (H.R. Bukhari)

Lantas bagaimana dengan bisnis online?? Bisnis online mempunyai sifat atau karakteristik yang hampir sama dengan bisnis offline dimana terjadinya transaksi antara dua belah pihak serta adanya pertukaran barang. Perbedaanya adalah mengenai sifat dari kedua bisnis tersebut dimana bisnis online menjadikan internet sebagai media dalam proses atau mekanisme akad.

Bisnis dalam islam secara umum menerangkan adanya transaksi yang bersifat fisik, barang atau jasa secara langsung dihadirkan atau tanpa kehadiran (secara pesanan) dengan menginformasikan atau mensifatkan barang atau jasa secara detail dan lebih konkrit. penyerahan barang atau jasa bisa langsung atau kemudian hari sampai batas waktu yang telah ditentukan antara kedua belah pihak.

Ditinjau dari beberapa aspek diatas bisnis online memiliki karakteristik dan prinsip-prinsip yang sama dengan transaksi assalam, dimana barang harus sesuai dengan apa yang telah disebutkan ketika bertransaksi. Dimana bisnis online juga biasanya menghadirkan gambar-gambar dari produk pelaku bisnis serta informasi tentang sifat-sifat barang dan jasa secara detail. Maka dari itu, biasa disimpulkan bahwa bisnis online halal dilakukan asalkan berdasarkan dengan prinsip-prinsip yang ada dalam perdagangan menurut Islam,tidak mengendung unsur penipuan serta barang yang diperjualbelikan adalah barang maupun jasa yang bermanfaat dan tidak memberikan kemudharatan kecuali pada barang/jasa yang tidak boleh diperdagangkan menurut syariat Islam.

Nah bagi anda para pengusaha muslim jangan ragu untuk terjun dalam bisnis online, asalkan dilakukan  sesuai dengan koridor islam, disamping itu kita dapat memperoleh banyak manfaat baik didunia dan diakhirat. Amiiiinnn.

AhzaMedia membantu pengusaha muslim untuk mengembangkan bisnis mereka secara online.

Kirim Komentar